Seorang guru penggerak merupakan pemimpin pembelajaran yang mendorong tumbuh kembang murid secara holistik, aktif, dan proaktif dalam mengembangkan pendidik lainnya untuk mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat kepada murid, serta dapat menjadi teladan dan agen transformasi ekosistem pendidikan untuk mewujudkan Profil Pelajar Pancasila. Pendidikan Guru Penggerak (PGP) yang sedang saya jalani saat ini, memang menuntut kerja keras dan motivasi yang kuat untuk terus belajar. Dalam mempelajari modul tentang Pengambilan Keputusan Sebagai Pemimpin Pembelajaran, saya menyadari benar bahwa banyak hal dalam hidup yang harus dipikirkan dengan bijaksana terutama berkaitan dengan pengambilan suatu keputusan
Teringat ketika memutuskan untuk mengikuti rangkaian tes Calon Guru Penggerak di tahun lalu, dengan mempertimbangkan lamanya waktu pendidikan 9 bulan, sehingga saya berdiskusi dengan Kepala Sekolah. Kepala Sekolah mendukung penuh kegiatan PGP ini dan sekarang saya menyadari keputusan yang saya ambil tahun lalu untuk mengikuti pelatihan CGP ini bukanlah suatu kesalahan dan kekhawatiran. Begitu banyak manfaat yang saya dapat dari pendidikan Calon Guru Penggerak ini, salah satunya pada modul Pengambilan Keputusan Sebagai Pemimpin Pembelajaran. Karena sebagai seorang guru harus memiliki jiwa kepemimpinan, terutama didalam kelas, yang terbiasa menghadapi murid heterogen dengan beragam karakter. Selain itu sebagai seorang pemimpim pembelajaran dalam mengkritisi suatu pengambilan keputusan atau membuat suatu keputusan, yang memberikan solusi terbaik untuk kemajuan perorangan atau sekelompok orang harus mampu memahami dan menganalisa aspek-aspek apa saja yang perlu diperhatikan sebelum dan sesudah pengambilan suatu keputusan dibuat. Harus mengkaji prinsip-prinsip atau nilai mana yang cenderung digunakan, menganalisis keputusan dan proses keputusan itu diambil. Jika hal ini dapat dilakukan dengan sebaik mungkin, maka harapan menjadi seorang pemimpin pembelajaran yang lebih baik, bijaksana dan tanggungjawab akan dapat terwujud.
Dalam
modul 3.1.a.7 Demonstrasi Kontekstual – Pengambilan Keputusan sebagai Pemimpin
Pembelajaran, ini terdapat beberapa panduan pertanyaan yaitu :
A.
Bagaimana Anda nanti akan mentransfer dan menerapkan pengetahuan yang
Anda dapatkan di program guru penggerak ini di sekolah/lingkungan asal Anda?
Mentrasnfer
dan menerapkan pengetahuan yang saya dapatkan dari program guru penggerak ini,
secara umum sudah saya terapkan mulai dari modul 1 yaitu pada Pemikiran Ki
Hajar Dewantara dalam aksi nyata yang dapat di lihat pada channel youtube
milik saya https://youtu.be/19CfZ_CwLgc.
Namun yang paling terasa ialah perubahan mindset saya tentang cara
memberikan pembelajaran yang merdeka dan berpihak pada murid, agar pembelajaran
ini menyenangkan tanpa paksaan. Secara khusus pada materi pengambilan keputusan
sebagai pemimpin pembelajaran, saya akan menerapkan langkah-langkah pengambilan
keputusan beserta langkah-langkah pengambilan keputusan, sebagai umpan balik
dari ilmu yang sudah saya pelajari pada kegiatan ini. Saya berencana untuk
membagikan ilmu yang diperoleh kepada teman sejawat di sekolah dengan cara
melakukan diskusi-diskusi ringan terlebih dahulu, berkoordinasi. sharing,
konsultasi dengan kepala sekolah sebagai pemangku kebijakan di sekolah, dan
menggali permasalahan yang dihadapi bersama rekan guru pada komunitas praktisi
saya.
B.
Apa langkah-langkah awal yang akan Anda lakukan
untuk memulai mengambil keputusan berdasarkan pemimpin pembelajaran?
Hal pertama yang saya lakukan adalah menganalisis situasi yang dihadapi
ini, apakah termasuk dilema etika (benar vs benar) atau bujukan moral (benar
vs salah). Karena proses pengambilan
keputusan membutuhkan ketenangan, keberanian dan kepercayaan diri untuk
menghadapi konsekuensi dan implikasi dari keputusan yang diambil. Jika kasus
tersebut adalah dilema etika, saya akan menerapkan 9 langkah pengujian
pengambilan keputusan. Namun jika situasi tersebut adalah bujukan moral, maka
keputusan yang saya ambil adalah yang bernilai benar. Adapun 9
(sembilan) Langkah
Pengambilan Keputusan, diantaranya :
1.
Mengenali
nilai-nilai yang saling bertentangan
2.
Menentukan
siapa yang terlibat dalam situasi ini.
3.
Kumpulkan
fakta-fakta yang relevan dengan situasi ini.
4.
Pengujian
benar atau salah, yaitu :
a)
Uji
Legal
b)
Uji
Regulasi/Standar Profesional
c)
Uji
Intuisi
d)
Uji
Publikasi
e)
Uji
Panutan/Idola
5.
Pengujian
paradigma benar lawan benar.
6.
Melakukan
prinsip resolusi.
7.
Investigasi
opsi trilemma
8.
Buat
keputusan
9.
Lihat
lagi keputusan dan refleksikan
Dengan
langkah-langkah tersebut, akan saya lakukan dengan berdiskusi bersama Kepala
Sekolah dan rekan sejawat, memetakan permasalahan dan mengimplementasikan
pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran.
C.
Mulai kapan Anda akan menerapkan langkah-langkah
tersebut, hari ini, besok, minggu depan, hari apa? Catat rencana Anda, sehingga
Anda tidak lupa.
Saya akan mulai menerapkan langkah-langkah
tersebut, mulai hari ini Selasa 19 April 2022 yang dimulai dari diri saya. Kemudian
untuk menganalisis dan mengenali permasalahan – permasalahan atau dilema yang
terjadi, saya akan mulai manerapkan 9 (sembilan) langkah pengambilan keputusan, baik
itu situasi pribadi, di kelas ataupun di sekolah
D.
Siapa yang akan menjadi pendamping Anda, dalam
menjalankan pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran? Seseorang yang
akan menjadi teman diskusi Anda untuk menentukan apakah langkah-langkah yang
Anda ambil telah tepat dan efektif.
Saya akan meminta bimbingan dari Bapak Abdul Majid Hariadi, M.Pd selaku Pengajar Praktik, Bapak Samto Darmos, S.Pd selaku fasilitator dan Kepala Sekolah sebagai atasan langsung atau pihak lain terkait dengan situasi yng dihadapi. Selain itu rekan guru yang lebih senior dan rekan sesama CGP yang juga melakukan kegiatan ini. Dengan adanya komunikasi yang baik, maka kami dapat berkolaborasi dan bertukar pikiran. Ketika menemui kendala, saya dapat menemukan solusinya melalui kegiatan diskusi dan saling berbagi pengalaman.

Sangat jelas paparannya bu Nindy, next semoga materi ini bisa kita terapkan dalam segala aspek tidak hanya di sekolah saja tetapi di berbagai aspek secara massive.
BalasHapusSangat luar biasa lengkap jurnal monolog demonstrasi kontekstual Bu nindy
BalasHapussiappp... terimakasih kakak-kakak hebatkuu..
BalasHapus