MODUL 3.3.a.10.
Aksi Nyata Pengelolaan Program yang Berdampak Pada Murid “One Week One Book” di SD Negeri Wonokarang – Balongbendo Sidoarjo
PERISTIWA (FACT)
Latar Belakang
”One Week One Book” adalah kegiatan yang dilakukan
guru bersama murid untuk konsisten membaca 1 buku per minggu, setelah selesai
membaca wajib untuk diceritakan kembali (mereview) pada teman-temannya.
Program ”One Week One Book” ini adalah konsep dasar Filosofi KHD yang
menyatakan bahwa meksud pendidikan adalah menuntun segala kekuatan kodrat yang
ada pada anak-anak agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang
setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun anggota masyarakat.
Mengembangkan konsep Profil Pelajar Pancasila yaitu murid memiliki
akhlak mulia dalam berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, menumbuhkembangkan
kepemimpinan murid yang akan mendorong mengembangkan berbagai sikap-sikap
positif, sebagai pengejawantahan dari berkebinekaan global, gotong royong,
mandiri, bernalar kritis, dan kreatif. Sehingga mendorong murid untuk mengambil
kontrol dan bertanggungjawab pada proses pembelajarannya sendiri.
Program ”One Week One Book” ini merupakan
kegiatan yang dapat mempromosikan suara, pilihan dan kepemilikan murid, yaitu :
1.
Suara Murid (Voice)
a. Melibatkan murid dalam membuat program one
week one book.
b. Memberikan kesempatan murid untuk menentukan buku
bacaan yang dipilihnya.
c. Mendiskusikan tentang buku bacaan yang dipilihnya.
d. Melibatkan murid dalam memberikan umpan balik terhadap
proses bercerita/menceritakan kembali yang telah dilakukan.
2.
Pilihan Murid (Choice)
a. Memberikan kesempatan murid untuk mendemonstrasikan
pemahamannya tentang apa yang telah mereka baca.
b. Memberikan kesempatan murid untuk memilih peran yang dapat mereka
ambil dalam tokoh cerita bacaan.
c. Memberikan kesempatan murid untuk mempresentasikan atau menceritakan
kembali bacaan dari buku yang mereka baca, dengan gaya, minat dan bakat mereka.
d. Memberikan kesempatan murid untuk menentukan rencana, jadwal atau agenda
selanjutnya dalam melaksanakan kegiatan bercerita atau menceritakan kembali.
3.
Kepemilikan Murid (Ownership)
a. Mengajak murid untuk mengkondisikan lingkungan fisik yang
mendukung kepemilikan. Yaitu mengatur layout pojok baca yang ada di kelas
mereka sendiri.
b. Meminta pendapat murid untuk menentukan bentuk penugasan dari
berliterasi.
c. Memberi kesempatan murid membawa sumber-sumber bacaan atau buku yang mungkin mereka miliki dan meminta mereka berbagi.
d. Merespon umpan balik yang diberikan murid.
Pelaksanaan Aksi Nyata dan Alasan Melaksanakan Aksi
Langkah – langkah BAGJA yang dilakukan adalah :
B – uat Pertanyaan Utama (Define)
Diskusi bersama kepala sekolah dan rekan guru terkait program ”One Week One Book” di sekolah. Kemudian dilanjutkan dengan mengidentifikasi bahan bacaan yang menjadi minat atau kesukaan melalui dialog dengan murid, kegiatan ini dilakukan selama kurang lebih 3 hari. Alasan melakukan “Buat Pertanyaan Utama (Define)” ini adalah melibatkan murid dalam membuat program dan memberikan kesempatan murid untuk menentukan buku bacaan yang dipilihnya.A – mbil Pelajaran (Discover)
G – ali Mimpi (Dream)
Membuat gambaran rinci kondisi ideal
terkait program, seperti :
1)
Perilaku
apa saja yang ada pada murid dengan program/kegiatan ini
2)
Perilaku
guru seperti apa yang mendorong pengembangan minat berliterasi
3)
Perilaku
kepala sekolah seperti apa yang mendorong pengembangan minat literasi murid
4)
Perilaku orangtua seperti apa yang mendorong minat baca anak
5)
Hal
apa saja yang perlu dimiliki untuk mengembangkan literasi baca tulis murid
J – abarkan Rencana (Design)
A – tur Eksekusi (Deliver)
Hasil dan Dampak dari Aksi Nyata
Aksi nyata dari program ”One Week One Book” di sekolah ini, membuat murid mampu mengembangkan rasa percaya diri, berani, berempati pada sesama teman, menuangkan segala gagasan, ide dan perasaan melalui keterampilan bercerita, bertanya ataupun berbicara. Selain itu juga mengembangkan konsep Profil Pelajar Pancasila yaitu murid memiliki akhlak mulia dalam berhubungan dengan Tuhan YME, serta mendorong mengembangkan berbagai sikap-sikap positif, sebagai pengejawantahan dari berkebinekaan global, gotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif.
Murid dapat menentukan buku bacaan yang dipilih sesuai minatnya, kemudian diberikan kesempatan untuk mendemonstrasikan pemahamannya terkait yang telah dibaca dengan gaya, minat dan bakat mereka. Murid juga diberikan kesempatan untuk menentukan rencana, jadwal atau agenda, dimana (lokasi) selanjutnya dalam melaksanakan kegiatan bercerita.
Perasaan saya dalam melaksanakan aksi nyata pada modul 3.3 ini merasa antusias, tertantang, senang dan bangga bahwa kegiatan tersebut dapat terlaksana dengan baik. Karena dimulai dari tahap merencanakan program bersama murid-murid merasa senang dan semakin meningkat rasa ingin tahunya, kemudian menuangkannya dalam tahapan BAGJA. Sehingga membuat saya merasa bersemangat dan optimis untuk melakukan perubahan kecil.
PEMBELAJARAN (FINDING)
Pembelajaran berharga yang saya dapatkan dari aksi nyata program ”One Week One Book” di sekolah ini, yaitu meyakini bahwa murid dapat menemukenali potensi dalam dirinya, termasuk cara bagaimana guru memperlakukan mereka sesuai potensi dan bakat yang mereka miliki. Selain itu mengembangkan kepemimpinan murid dengan cara memberikan kepercayaan kepada mereka untuk dapat melatih diri, memupuk rasa tanggungjawab sekaligus mendorong budaya membaca. Namun demikian, program ”One Week One Book” ini juga masih mengalami hambatan, yaitu masih terdapat murid yang enggan melaksanakan program tersebut.PENERAPAN KE DEPAN (FUTURE)
Aksi nyata ini akan saya
lakukan secara berkelanjutan pada tiap angkatan kelas pada tahun berikutnya.
Dengan aksi nyata yang berkelanjutan, saya optimis akan memberikan manfaat
untuk dirinya (murid) dan orang lain (temannya). Karena implementasi program
yang berdampak pada murid dengan tahapan BAGJA. Aksi nyata yang saya lakukan
saat ini, masih banyak kekurangan. Maka dari itu saya akan senantiasa belajar berkomitmen
dalam jadwal program, melakukan monitoring, evaluasi dalam pengelolaan program,
melakukan perubahan – perubahan pada aksi nyata berikutnya agar hasilnya lebih
maksimal.
Salam Merdeka Belajar
L


























