Judul :
PERSIMPANGAN DILEMA KEHIDUPAN
NINDY
PUSVITANINGTYAS, S.Pd.
SD NEGERI
WONOKARANG
CGP ANGKATAN 4
KAB. SIDOARJO JAWA TIMUR
Pertanyaan pemantik
untuk sesi pembelajaran ini:
Menurut Anda, apakah
maksud dari kutipan ini jika dihubungkan dengan proses pembelajaran yang telah
Anda alami di modul ini? Jelaskan pendapat Anda.
Education is the art of making man ethical.
Pendidikan adalah sebuah seni untuk membuat manusia menjadi berperilaku
etis.
~ Georg Wilhelm Friedrich Hegel ~
“Pendidikan adalah sebuah seni untuk membuat manusia
menjadi berperilaku etis”, kutipan ini jika dihubungkan
dengan proses pembelajaran adalah secara umum bertujuan untuk membantu
manusia menemukan hakikat kemanusiaannya atau mewujudkan manusia seutuhnya.
Dengan pendidikan berfungsi melakukan proses untuk mampu mengenal, mengerti dan
memahami realitas kehidupan yang ada di sekitarnya, sehingga dapat berperilaku
sesuai realitas kehidupan (diharapkan mampu menyadari potensi yang dimiliki).
Dengan potensi yang dimiliki/diperoleh dari pendidikan inilah yang mengantarkan
manusia untuk berpikir dalam pengambilan tindakan sesuai keadaan.
Dari 8
pertanyaan, saya memutuskan untuk memilih 4 pertanyaan pada sesi refleksi ini,
yaitu:
Soal No 1.
Bagaimana/sejauh mana pemahaman Anda tentang
konsep-konsep yang telah Anda pelajari di modul ini, yaitu: dilema etika dan
bujukan moral, 4 paradigma pengambilan keputusan, 3 prinsip pengambilan
keputusan, dan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan. Adakah hal-hal
yang menurut Anda di luar dugaan?
Pemahaman
saya terkait materi modul 3.1 ini ibarat buah itu baru sekedar kulitnya, belum
sampai daging buah itu sendiri.
Mulai dapat membedakan dilema etika (ethical dilemma) dengan bujukan
moral (moral temptation). Dilema etika (ethical dilemma) adalah
situasi yang terjadi ketika seseorang harus memilih antara dua pilihan dimana
kedua pilihan secara moral benar tetapi bertentangan (benar vs benar).
Sedangkan bujukan moral (moral temptation) adalah situasi yang terjadi
ketika seseorang harus membuat keputusan antara benar atau salah (benar vs
salah).
Ketika menghadapi situasi dilema etika,
akan ada nilai-nilai kebajikan mendasari yang bertentangan seperti cinta dan
kasih sayang, kebenaran, keadilan, kebebasan, persatuan, toleransi,
tanggungjawab dan penghargaan akan hidup yang di sebut sebagai paradigma
dalam pengambilan keputusan. Ada 4 (empat) paradigma yang terjadi pada
situasi dilema etika, diantaranya :
1.
Individu
lawan masyarakat (individual vs community).
2.
Rasa
keadilan lawan rasa kasihan (justice vs mercy).
3.
Kebenaran
lawan kesetiaan (truth vs loyalty).
4.
Jangka
pendek lawan jangka panjang (short vs long term).
Ada 3
(tiga) prinsip pengambilan keputusan, diantaranya :
1.
Berpikir
Berbasis Hasil Akhir (Ends – Based Thinking).
2.
Berpikir
Berbasis Peraturan (Rule – Based Thinking).
3.
Berpikir
Berbasis Rasa Peduli (Care-Based Thinking).
Ada 9
(sembilan) Langkah
Pengambilan Keputusan, diantaranya :
1.
Mengenali
nilai-nilai yang saling bertentangan
2.
Menentukan
siapa yang terlibat dalam situasi ini.
3.
Kumpulkan
fakta-fakta yang relevan dengan situasi ini.
4.
Pengujian
benar atau salah, yaitu :
a)
Uji
Legal
b)
Uji
Regulasi/Standar Profesional
c)
Uji
Intuisi
d) Uji Publikasi
e)
Uji
Panutan/Idola
5.
Pengujian
paradigma benar lawan benar.
6.
Melakukan
prinsip resolusi.
7.
Investigasi
opsi trilemma
8.
Buat
keputusan
9.
Lihat
lagi keputusan dan refleksikan
Hal
– hal yang menurut saya di luar dugaan adalah keputusan tersebut diambil dari
sudut pandang siapa tokoh/orang yang akan mengambil keputusan dalam
permasalahan yang terjadi. Sehingga akan berbeda dalam setiap kasusnya.
Soal No
3.
Sebelum mempelajari modul ini, pernahkah Anda
menerapkan pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran dalam situasi
moral dilema? Kalau pernah, apa bedanya dengan apa yang Anda pelajari di modul
ini?
Sebelum
mempelajari modul ini, saya seringkali sebagai guru mengalami dilema terkait
berbagai situasi sulit di sekolah. Saat itu saya sudah mengambil keputusan yang
saya anggap efektif dan terbaik untuk saya (sebagai orang yang mengalami
dilema), serta terbaik bagi orang lain yang terkait dengan situasi yang saya
alami. Namun dengan mempelajari modul ini, saya menjadi lebih memahami bahwa
terdapat 9 (sembilan) langkah
pengambilan keputusan untuk dijadikan bahan pertimbangan agar saya dapat
memutuskannya secara matang dan menemukan jawaban dari situasi saya. Ada 9
(sembilan) Langkah
Pengambilan Keputusan, diantaranya :
1.
Mengenali
nilai-nilai yang saling bertentangan
2.
Menentukan
siapa yang terlibat dalam situasi ini.
3.
Kumpulkan
fakta-fakta yang relevan dengan situasi ini.
4.
Pengujian
benar atau salah, meliputi uji legal, uji regulasi/standar profesional, uji
intuisi, uji publikasi dan uji panutan/idola.
5.
Pengujian
paradigma benar lawan benar.
6.
Melakukan
prinsip resolusi.
7.
Investigasi
opsi trilemma
8.
Buat
keputusan
9.
Lihat
lagi keputusan dan refleksikan
Selain
itu, melalui ruang kolaborasi yang saya ikuti (dengan rekan CGP melalui studi
kasus dan bapak fasilitator), saya dapat memahami bahwa pengambilan keputusan
dalam dilema etika dilakukan dengan menimbang langkah yang paling banyak
mengandung nilai kebaikan bersama.
Soal No
4.
Bagaimana dampak mempelajari materi ini buat Anda,
perubahan apa yang terjadi pada cara Anda dalam mengambil keputusan
sebelum dan sesudah mengikuti pembelajaran modul ini?
Sebelum
mempelajari modul ini, dulu keputusan yang saya buat kadang hanya berdasarkan feeling
saja dan terkadang cenderung adanya emosi yang lebih dominan dalam
pengambilan keputusan saya. Dan kurang memperhitungkan paradigma apa yang
terjadi dalam dilema saya.
Namun
setelah mempelajari modul ini, dampaknya saya menyadari betapa pentingnya
mengidentifikasi paradigma yang menajamkan pada fokus kenyataan pada situasi
saya, bahwa ini betul-betul mempertentangkan antara dua nilai-nilai inti
kebajikan yang sama-sama penting bagi saya. Selain itu perlu adanya kesadaran
penuh dalam pengambilan keputusan, bukan atas dasar emosi. Karena perlu
mempertimbangkan berbagai
hal yang akan membantu pemecahan masalah. Keputusan yang dibuat diharapkan
mampu diterima menguntungkan kedua belah pihak nantinya Dampak
lainnya setelah mempelajari modul ini bagi saya adalah menambah wawasan pola pikeir
dalam menghadapi situasi dilemma etika sekaligus bujukan moral.
Soal No
5.
Seberapa penting mempelajari topik modul ini bagi
Anda sebagai seorang individu dan Anda sebagai seorang pemimpin pembelajaran?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar