Jumat, 15 April 2022

3.1.a.6. Refleksi Terbimbing - Pengambilan Keputusan Sebagai Pemimpin Pembelajaran

Judul :

PERSIMPANGAN DILEMA KEHIDUPAN

 

NINDY PUSVITANINGTYAS, S.Pd.

SD NEGERI WONOKARANG

CGP ANGKATAN 4

KAB. SIDOARJO JAWA TIMUR



Pertanyaan pemantik untuk sesi pembelajaran ini:

Menurut Anda, apakah maksud dari kutipan ini jika dihubungkan dengan proses pembelajaran yang telah Anda alami di modul ini? Jelaskan pendapat Anda.

 Education is the art of making man ethical.

Pendidikan adalah sebuah seni untuk membuat manusia menjadi berperilaku etis.
~ Georg Wilhelm Friedrich Hegel ~

 

Pendidikan adalah sebuah seni untuk membuat manusia menjadi berperilaku etis”, kutipan ini jika dihubungkan dengan proses pembelajaran adalah secara umum bertujuan untuk membantu manusia menemukan hakikat kemanusiaannya atau mewujudkan manusia seutuhnya. Dengan pendidikan berfungsi melakukan proses untuk mampu mengenal, mengerti dan memahami realitas kehidupan yang ada di sekitarnya, sehingga dapat berperilaku sesuai realitas kehidupan (diharapkan mampu menyadari potensi yang dimiliki). Dengan potensi yang dimiliki/diperoleh dari pendidikan inilah yang mengantarkan manusia untuk berpikir dalam pengambilan tindakan sesuai keadaan.

 

Dari 8 pertanyaan, saya memutuskan untuk memilih 4 pertanyaan pada sesi refleksi ini, yaitu:

 Soal No 1.

Bagaimana/sejauh mana pemahaman Anda tentang konsep-konsep yang telah Anda pelajari di modul ini, yaitu: dilema etika dan bujukan moral, 4 paradigma pengambilan keputusan, 3 prinsip pengambilan keputusan, dan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan. Adakah hal-hal yang menurut Anda di luar dugaan?

Pemahaman saya terkait materi modul 3.1 ini ibarat buah itu baru sekedar kulitnya, belum sampai daging buah itu sendiri. Mulai dapat membedakan dilema etika (ethical dilemma) dengan bujukan moral (moral temptation). Dilema etika (ethical dilemma) adalah situasi yang terjadi ketika seseorang harus memilih antara dua pilihan dimana kedua pilihan secara moral benar tetapi bertentangan (benar vs benar). Sedangkan bujukan moral (moral temptation) adalah situasi yang terjadi ketika seseorang harus membuat keputusan antara benar atau salah (benar vs salah).

Ketika menghadapi situasi dilema etika, akan ada nilai-nilai kebajikan mendasari yang bertentangan seperti cinta dan kasih sayang, kebenaran, keadilan, kebebasan, persatuan, toleransi, tanggungjawab dan penghargaan akan hidup yang di sebut sebagai paradigma dalam pengambilan keputusan. Ada 4 (empat) paradigma yang terjadi pada situasi dilema etika, diantaranya :

1.    Individu lawan masyarakat (individual vs community).

2.    Rasa keadilan lawan rasa kasihan (justice vs mercy).

3.    Kebenaran lawan kesetiaan (truth vs loyalty).

4.    Jangka pendek lawan jangka panjang (short vs long term).

Ada 3 (tiga) prinsip pengambilan keputusan, diantaranya :

1.    Berpikir Berbasis Hasil Akhir (Ends – Based Thinking).

2.    Berpikir Berbasis Peraturan (Rule – Based Thinking).

3.    Berpikir Berbasis Rasa Peduli (Care-Based Thinking).

Ada 9 (sembilan) Langkah Pengambilan Keputusan, diantaranya :

1.    Mengenali nilai-nilai yang saling bertentangan

2.    Menentukan siapa yang terlibat dalam situasi ini.

3.    Kumpulkan fakta-fakta yang relevan dengan situasi ini.

4.    Pengujian benar atau salah, yaitu :

a)   Uji Legal

b)   Uji Regulasi/Standar Profesional

c)    Uji Intuisi

d)  Uji Publikasi

e)   Uji Panutan/Idola

5.    Pengujian paradigma benar lawan benar.

6.    Melakukan prinsip resolusi.

7.    Investigasi opsi trilemma

8.    Buat keputusan

9.    Lihat lagi keputusan dan refleksikan

Hal – hal yang menurut saya di luar dugaan adalah keputusan tersebut diambil dari sudut pandang siapa tokoh/orang yang akan mengambil keputusan dalam permasalahan yang terjadi. Sehingga akan berbeda dalam setiap kasusnya.

 

Soal No 3.

Sebelum mempelajari modul ini, pernahkah Anda menerapkan pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran dalam situasi moral dilema? Kalau pernah, apa bedanya dengan apa yang Anda pelajari di modul ini?

Sebelum mempelajari modul ini, saya seringkali sebagai guru mengalami dilema terkait berbagai situasi sulit di sekolah. Saat itu saya sudah mengambil keputusan yang saya anggap efektif dan terbaik untuk saya (sebagai orang yang mengalami dilema), serta terbaik bagi orang lain yang terkait dengan situasi yang saya alami. Namun dengan mempelajari modul ini, saya menjadi lebih memahami bahwa terdapat 9 (sembilan) langkah pengambilan keputusan untuk dijadikan bahan pertimbangan agar saya dapat memutuskannya secara matang dan menemukan jawaban dari situasi saya. Ada 9 (sembilan) Langkah Pengambilan Keputusan, diantaranya :

1.    Mengenali nilai-nilai yang saling bertentangan

2.    Menentukan siapa yang terlibat dalam situasi ini.

3.    Kumpulkan fakta-fakta yang relevan dengan situasi ini.

4.    Pengujian benar atau salah, meliputi uji legal, uji regulasi/standar profesional, uji intuisi, uji publikasi dan uji panutan/idola.

5.    Pengujian paradigma benar lawan benar.

6.    Melakukan prinsip resolusi.

7.    Investigasi opsi trilemma

8.    Buat keputusan

9.    Lihat lagi keputusan dan refleksikan

Selain itu, melalui ruang kolaborasi yang saya ikuti (dengan rekan CGP melalui studi kasus dan bapak fasilitator), saya dapat memahami bahwa pengambilan keputusan dalam dilema etika dilakukan dengan menimbang langkah yang paling banyak mengandung nilai kebaikan bersama.

 

Soal No 4.

Bagaimana dampak mempelajari materi ini buat Anda, perubahan  apa yang terjadi pada cara Anda dalam mengambil keputusan sebelum dan sesudah mengikuti pembelajaran modul ini?

Sebelum mempelajari modul ini, dulu keputusan yang saya buat kadang hanya berdasarkan feeling saja dan terkadang cenderung adanya emosi yang lebih dominan dalam pengambilan keputusan saya. Dan kurang memperhitungkan paradigma apa yang terjadi dalam dilema saya.

Namun setelah mempelajari modul ini, dampaknya saya menyadari betapa pentingnya mengidentifikasi paradigma yang menajamkan pada fokus kenyataan pada situasi saya, bahwa ini betul-betul mempertentangkan antara dua nilai-nilai inti kebajikan yang sama-sama penting bagi saya. Selain itu perlu adanya kesadaran penuh dalam pengambilan keputusan, bukan atas dasar emosi. Karena perlu mempertimbangkan  berbagai hal yang akan membantu pemecahan masalah. Keputusan yang dibuat diharapkan mampu diterima menguntungkan  kedua belah pihak nantinya Dampak lainnya setelah mempelajari modul ini bagi saya adalah menambah wawasan pola pikeir dalam menghadapi situasi dilemma etika sekaligus bujukan moral.

 

Soal No 5.

Seberapa penting mempelajari topik modul ini bagi Anda sebagai seorang individu dan Anda sebagai seorang pemimpin pembelajaran?


Mempelajari modul ini sangat penting bagi saya sebagai seorang individu maupun dalam peran saya sebagai guru sekaligus pemimpin pembelajaran, yang menjadi bagian dari stakeholder di sekolah. Karena dalam hubungan dengan individu lain, pasti selalu dihadapkan dengan berbagai konflik yang mengharuskan kita untuk mengambil sebuah keputusan yang tepat, cepat dan cermat. Akan ada situasi di sekolah yang dapat terselesaikan dengan efektif setelah mengetahui masuk bagian dilema etika atau bujukan moral, melalui 4 paradigma pengambilan keputusan, 3 prinsip pengambilan keputusan dan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan. Karena bagi saya, keberhasilan seorang pemimpin dalam mengemban salah satu tugas tersulit adalah mengambil keputusan yang efektif. Melalui modul ini saya mendapat gamabaran yang lebih jelas tentang apa yang harus saya lakukan bila menghadapi sebuah dilema dalam pengambilan keputusan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Best Practices - Pembelajaran PBL (PPL Aksi 1 dan Aksi 2 PPG DALJAB Kategori 1 Tahun 2022)

  LK 3.1 Menyusun Best Practices Menyusun Cerita Praktik Baik (Best Practice)   Menggunakan Metode Star (Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi...