Rabu, 28 September 2022

Best Practices - Pembelajaran PBL (PPL Aksi 1 dan Aksi 2 PPG DALJAB Kategori 1 Tahun 2022)

 LK 3.1 Menyusun Best Practices

Menyusun Cerita Praktik Baik (Best Practice) 

Menggunakan Metode Star (Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi Hasil Dan Dampak)

Terkait Pengalaman Mengatasi Permasalahan Siswa Dalam Pembelajaran

 

Lokasi

SD Negeri Wonokarang Kec. Balongbendo Sidoarjo

Lingkup Pendidikan

Sekolah Dasar

Tujuan yang ingin dicapai

Mencapai pembelajaran yang efektif dan efisen dengan model pembelajaran PBL pada pembelajaran Tematik muatan pelajaran PPKN dan Bahasa Indonesia kelas III

Penulis

Nindy Pusvitaningtyas, S.Pd

Tanggal

6 September 2022

Situasi:

Kondisi yang menjadi latar belakang masalah, mengapa praktik ini penting untuk dibagikan, apa yang menjadi peran dan tanggung jawab anda dalam praktik ini.

 

Latar belakang masalah dari praktik pembelajaran ini adalah:

1.   Kurangnya pembiasaan dalam membaca, baik di rumah ataupun di sekolah yang ditanamkan sejak kecil

2.   Membaca dilakukan terbatas pada buku-buku pelajaran

3.   Pembelajaran di kelas masih belum melibatkan keaktifan murid

4.   Guru belum menggunakan media dan model pembelajaran yang tepat untuk pembelajaran materi menguraikan pesan dalam dongeng.

Dari beberapa penyebab di atas, yang menjadi penyebab utamanya adalah dalam pembelajaran menggunakan metode ceramah saja tanpa adanya inovasi pembelajaran seperti model dan media pembelajaran yang tepat pada materi menguraikan pesan dalam dongeng.

Praktik pembelajaran ini menurut saya penting untuk dibagikan, karena saya beranggapan banyak rekan guru yang mengalami permasalahan yang sama dengan permasalahan yang saya alami. Sehingga praktik ini diharapkan selain dapat memotivasi diri saya sendiri, juga dapat menjadi referensi atau inspirasi bagi rekan guru lain guna untuk berbuat yang terbaik bagi peserta didik.

Saya yang berperan sebagai guru memiliki tanggung jawab untuk melakukan proses pembelajaran ini secara efektif, dengan membuat rancangan perangkat pembelajaran RPP, bahan ajar, media, LKPD evaluasi dan melaksanakakan pembelajaran sesuai perangkat yang dibuat menggunakan metode, media dan model pembelajaran yang tepat dan inovatif. Sehingga tujuan pembelajaran dan hasil belajar peserta didik dapat meningkat, serta tercapau sesuai dengan yang dharapkan.

 

Tantangan :

Apa saja yang menjadi tantangan untuk mencapai tujuan tersebut? Siapa saja yang terlibat,

 

Penulis menyadari bahwa dalam memilih tindakan tentu menghadapi tantangan dalam pelaksanaanya. Adapun tantangan yang penulis temukan yaitu karakteristik peserta didik  serta sumber daya yang ada di sekolah. Dari penyebab diatas tantangan yang dihadapi oleh guru adalah :

1.    Mengembangkan budaya literasi sehingga siswa terbiasa membaca 15 menit sebelum kegiatan pembelajaran

2.    Pemilihan model pembelajaran yang inovatif, tepat dan sesuai dengan karakteristik materi pelajaran dan karakteristik peserta didik

3.    Pemilihan media pembelajaran yang tepat dan menarik bagi peserta didik

Tindakan yang penulis pilih nantinya harus dapat mengakomodir seluruh karakteristik peserta didik, dalam hal ini adalah gaya belajar yang beragam. Dilihat dari tantangan tersebut dapat disimpulkan bahwa tantangan yang dihadapi melibatkan guru dan peserta didik. Untuk itu penulis harus berupaya dengan memanfaatkan seluruh sumber daya yang ada di lingkungan mulai sarana prasarana, rekan guru (teman sejawat), serta pimpinan lembaga, untuk turut terlibat dalam pengambilan solusi terbaik atas permasalahan yang penulis hadapi.

 

Aksi :

Langkah-langkah apa yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut/ strategi apa yang digunakan/ bagaimana prosesnya, siapa saja yang terlibat / Apa saja sumber daya atau materi yang diperlukan untuk melaksanakan strategi ini

 

Tindakan yang penulis lakukan terdiri dari beberapa tahap, mulai tahap awal, perencanaan, aksi, hingga refleksi.

Untuk tahap awal yang dilakukan untuk menghadapi tantangan adalah dengan :

1.     Berkoordinasi dengan kepala sekolah selaku pemberi izin dan supervisi pembelajaran,

2.     Melakukan wawancara dengan kepala sekolah, rekan sejawat, hingga narasumber ahli (pengawas) mengenai permasalahan yang dihadapi

3.     Mencari kajian literatur yang berkaitan tentang permasalahan yang sama, serta mencari alternatif solusi dari referensi kajian literatur tersebut

4.     Merencanakan pelaksanaan aksi pembelajaran dilanjutkan dengan membuat rencana pelaksanaan pembelajaran

Selanjutnya untuk tahap perencanaan, aksi hingga refleksi dilakukan langkah-langkah yang sesuai tantangan yang dihadapi oleh guru antara lain:

1.     Pengembangan budaya literasi membaca 15 menit sebelum kegiatan pembelajaran

Strategi yang dilakukan guru dalam mengembangkan budaya literasi membaca 15 menit sebelum kegiatan pembelajaran adalah dengan merancang pembelajaran yang berpusat pada murid. Proses pengembangan RPP yang berpusat pada murid, adalah guru menentukan kegiatan-kegiatan apa saja yang akan dilakukan dalam pembelajaran. Menentukan bagian pengantar pembelajaran, kegiatan pendahuluan, inti dan penutup di RPP yang disusun. Dengan tujuan agar peserta didik lebih aktif dalam proses pembelajaran. Sumber daya yang diperlukan dalam pemilihan metode ini antara lain pemahaman/ kompetensi guru dalam pembuatan RPP dan juga kreatifitas merancang kegiatan-kegiatan yang membuat peserta didik lebih aktif dalam pembelajaran.

 

2.     Pemilihan model pembelajaran inovatif

Strategi yang dilakukan guru dalam pemilihan model pembelajaran adalah dengan memahami karakteristik peserta didik dan karakteristik materi pembelajarannya. Disini guru memilih model pembelajaran PBL (Problem Based Learning). Berikut sintak model PBL menurut Arends (2012) :

a.     Orientasi peserta didik pada masalah

b.     Mengorganisasikan peserta didik untuk belajar

c.     Membimbing penyelidikan individu maupun kelompok

d.     Mengembangkan dan menyajikan hasil karya

e.     Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah

Sumber daya yang diperlukan dalam pemilihan model pembelajaran ini antara lain pemahaman atau kompetensi guru akan Model Pembelajaran PBL dan juga pemahaman guru akan materi pembelajaran

 

3.     Pemilihan media pembelajaran

Strategi yang dilakukan guru dalam pemilihan media pembelajaran adalah dengan memilih pembelajaran yang dirasa tepat sesuai dengan materi pelajaran, sesuai karakteristik peserta didik, selain itu juga memilih menggunakan media pembelajaran yang dikuasainya baik dalam pembuatan dan pengoperasiannya. Disini guru memilih penggunaan media E-Book atau  buku  digital.

 

Proses yang dihadapi untuk menyelesaikan permasalahan, yaitu :

1. Menyusun desain pembelajaran yang akan dilaksanakan.

2. Menyiapkan perangkat pembelajaran yang dibutuhkan meliputi RPP, LKPD, Bahan Ajar, Media pembelajaran, instrumen penilaian.

3. Menanyakan kondisi peserta didik untuk memberikan semangat, da juga menanyakan kesiapaan peserta didik untuk menerima pembelajaran.

4. Memberikan apersepsi pada peserta didik, agar mereka dapat mempunyai imajinasi mengenai materi yang akan dipelajari hari ini, sehingga mereka akan lebih siap dan paham pada materi tersebut.

5. Memberikan pertanyaan pemantik untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis pada peserta didik.

6.  Membimbing peserta didik baik secara individu maupun kelompok selama proses pembelajaran dalam diskusi kelompok untuk menyelesaikan permasalahan dalam LKPD guna menemukan konsep materi pelajaran yang diharapkan.

7. Melakukan observasi sikap dan ketrampilan selama proses pembelajaran.

8. Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompok di depan kelas yang nantinya akan ditanggapi oleh kelompok lain.

9.  Mengevaluasi hasil diskusi kelompok peserta didik serta memberikan penguatan sehingga diharapkan pembelajaran menjadi lebih bermakna.

10. Mengevaluasi penguasaan materi peserta didik dengan mengerjakan soal evaluasi

11. Melakukan refleksi masing-masing peserta didik terkait dengan proses pembelajaran yang sudah dilakukan.

 

Refleksi Hasil dan Dampak

Bagaimana dampak dari aksi dari Langkah-langkah yang dilakukan? Apakah hasilnya efektif? Atau tidak efektif?  Mengapa? Bagaimana respon orang lain terkait dengan strategi yang dilakukan, Apa yang menjadi faktor keberhasilan atau ketidakberhasilan dari strategi yang dilakukan?Apa pembelajaran dari keseluruhan proses tersebut

 

Dampak dari aksi dan langkah-langkah yang dilakukan adalah hasilnya efektif, dapat dilihat dari :

1. Design kegiatan yang berpusat pada peserta didik, meningkatkan keaktifan saat proses pengembangan budaya literasi membaca 15 menit sebelum kegiatan pembelajaran.

2.  Pemilihan model pembelajaran PBL (Problem Based Learning), menumbuhkan berpikir kritis pada peserta didik. Hal ini nampak ketika proses tanya jawab, antara guru dan peserta didik saat pembelajaran.

3.   Penggunaan media E-Book atau  buku  digital, sangat membantu pemahaman peserta didik akan materi yang diberikan  tentang teks dongeng, dibuktikan dengan hasil evaluasi pembelajaran di atas KKM. 

Adapun respon dari rekan guru (teman sejawat) yaitu mendukung pembelajaran yang berpusat pada peserta didik yang memfasilitasi untuk dapat mengkonstruk pengetahuannya sendiri, proses pembelajaran yang inovatif, menarik, serta penggunaan teknologi di dalamnya. Sedangkan respon peserta didik terhadap kegiatan pembelajaran ini yaitu bahwa pembelajaran sangat menyenangkan dan media pembelajarannya menarik serta mudah di pahami. Karena tidak hanya fokus pada buku dan ceramah dari guru. Bagi mereka membaca, kini tidak harus melalui buku yang harus dibawa kemana-mana. Melainkan dapat juga memanfaat gawai yang dimiliki melalui e-book, yang bisa di copy paste link sumber bacaannya.

Faktor keberhasilan pembelajaran ini sangat ditentukan oleh guru sebagai fasilitator yang dapat dilihat dari langkah-langkah kegiatan role playing yang telah disusun pada RPP, penguasaan guru terhadap media, metode dan model pembelajaran. Yaitu lebih pada kesesuaian stimulus dengan kehidupan peserta didik (kontekstual), kegiatan pembelajaran yang harus memaksimalkan aktivitas peserta didik (mengelola diskusi kelompok), serta Sarana dan prasarana sekolah yang mendukung proses pembelajaran. 

Pembelajaran yang dapat penulis ambil dari proses dan kegiatan PPL Aksi 1 dan PPL Aksi 2, yang sudah dilakukan adalah seyogyanya guru membuat perencanaan dengan baik dan matang. Selain itu seorang guru senantiasa berinovasi dan kreatif dalam memilih serta menentukan media, metode dan model pembelajaran untuk membuat proses belajar mengajar sesuai dengan yang diharapkan. Yang terpenting lagi adalah belajar harus menyenangkan, tidak selalu berorientasi pada hasil, akan tetapi lebih penting untuk memperhatikan seberapa berkualitas aktivitas proses belajar itu sendiri.

Berikut tautan link youtube pelaksanaan aksi :

Praktik Pengalaman Lapangan (PPL 1) https://youtu.be/Ns7FnG1kwvc

Praktik Pengalaman Lapangan (PPL2) https://youtu.be/GoRye8ftFKI


Dokumentasi Pelaksanaan Aksi PPL 1 dan PPL 2












Terimakasih 

Salam dan Bahagia



Minggu, 19 Juni 2022

AKSI NYATA - PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK PADA MURID

MODUL 3.3.a.10.

Aksi Nyata Pengelolaan Program yang Berdampak Pada Murid “One Week One Book” di SD Negeri Wonokarang – Balongbendo Sidoarjo

https://youtu.be/g3P2hD_WCdM


PERISTIWA (FACT)

Latar Belakang

One Week One Book” adalah kegiatan yang dilakukan guru bersama murid untuk konsisten membaca 1 buku per minggu, setelah selesai membaca wajib untuk diceritakan kembali (mereview) pada teman-temannya. Program ”One Week One Book” ini adalah konsep dasar Filosofi KHD yang menyatakan bahwa meksud pendidikan adalah menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun anggota masyarakat. Mengembangkan konsep Profil Pelajar Pancasila yaitu murid memiliki akhlak mulia dalam berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, menumbuhkembangkan kepemimpinan murid yang akan mendorong mengembangkan berbagai sikap-sikap positif, sebagai pengejawantahan dari berkebinekaan global, gotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif. Sehingga mendorong murid untuk mengambil kontrol dan bertanggungjawab pada proses pembelajarannya sendiri.

Program ”One Week One Book” ini merupakan kegiatan yang dapat mempromosikan suara, pilihan dan kepemilikan murid, yaitu :

1.         Suara Murid (Voice)

a. Melibatkan murid dalam membuat program one week one book.

b. Memberikan kesempatan murid untuk menentukan buku bacaan yang dipilihnya.

c. Mendiskusikan tentang buku bacaan yang dipilihnya.

d. Melibatkan murid dalam memberikan umpan balik terhadap proses bercerita/menceritakan kembali yang telah dilakukan.

2.         Pilihan Murid (Choice)

a. Memberikan kesempatan murid untuk mendemonstrasikan pemahamannya tentang apa yang telah mereka baca.

b. Memberikan kesempatan murid untuk memilih peran yang dapat mereka ambil dalam tokoh cerita bacaan.

c. Memberikan kesempatan murid untuk mempresentasikan atau menceritakan kembali bacaan dari buku yang mereka baca, dengan gaya, minat dan bakat mereka.

d. Memberikan kesempatan murid untuk menentukan rencana, jadwal atau agenda selanjutnya dalam melaksanakan kegiatan bercerita atau menceritakan kembali.

3.         Kepemilikan Murid (Ownership)

a. Mengajak murid untuk mengkondisikan lingkungan fisik yang mendukung kepemilikan. Yaitu mengatur layout pojok baca yang ada di kelas mereka sendiri.

b. Meminta pendapat murid untuk menentukan bentuk penugasan dari berliterasi.

c. Memberi kesempatan murid membawa sumber-sumber bacaan atau buku yang mungkin mereka miliki dan meminta mereka berbagi.

d. Merespon umpan balik yang diberikan murid.




Pelaksanaan Aksi Nyata dan Alasan Melaksanakan Aksi

Langkah – langkah BAGJA yang dilakukan adalah :

B – uat Pertanyaan Utama (Define)

Diskusi bersama kepala sekolah dan rekan guru terkait program ”One Week One Book” di sekolah. Kemudian dilanjutkan dengan mengidentifikasi bahan bacaan yang menjadi minat atau kesukaan melalui dialog dengan murid, kegiatan ini dilakukan selama kurang lebih 3 hari. Alasan melakukan “Buat Pertanyaan Utama (Define) ini adalah melibatkan murid dalam membuat program dan memberikan kesempatan murid untuk menentukan buku bacaan yang dipilihnya









G – ali Mimpi (Dream)

Membuat gambaran rinci kondisi ideal terkait program, seperti :

1)        Perilaku apa saja yang ada pada murid dengan program/kegiatan ini

2)        Perilaku guru seperti apa yang mendorong pengembangan minat berliterasi

3)        Perilaku kepala sekolah seperti apa yang mendorong pengembangan minat literasi murid

4)        Perilaku orangtua seperti apa yang mendorong minat baca anak

5)        Hal apa saja yang perlu dimiliki untuk mengembangkan literasi baca tulis murid

Kegiatan gali mimpi dilakukan selama 3 hari, alasan melakukan aksi ini untuk mendapatkan aspirasi (harapan/mimpi) umum dari lebih banyak murid tentang program yang dapat meningkatkan minat membaca sekaligus menguatkan interaksi sosial antara teman-teman di kelas secara positif, arif, dan bijaksana.







J – abarkan Rencana (Design)

Musyawarah kerja bersama murid, rekanguru, orangtua yang akan menjabarkan ide/cara konkret untuk membahas “pertanyaan” dan apa pun yang dapat mendukung peningkatan minat membaca murid dan interaksi antar teman-teman di kelas, antara lain seperti pengelolaan alur komunikasi, penentuan keputusan, pengelolaan buku dan penentu kebijakan yang mendukung. Selain itu mengajak murid untuk mengkondisikan lingkungan fisik yang mendukung kepemilikan. Yaitu mengatur layout pojok baca yang ada di kelas mereka sendiri. Kegiatan ini dilaksanakan dengan alasan sebagai bentuk komitmen dari murid dalam pelaksanaan program ini dalam keseharian. Mereka dapat menentukan bagaimana cara terbaik yang menarik dan menyenangkan bagi mereka.







A – tur Eksekusi (Deliver)

Membentuk tim program untuk mensukseskan dan yang akan mengelola dukungan untuk peningkatan minat membaca/ literasi baca tulis murid. Selain itu juga mengatur eksekusi berupa layout pojok baca yang ada di kelas dan di perpustakaan. Alasan melakukan kegiatan ini adalah untuk meminta pendapat murid dalam meningkatkan minat baca murid di sekolah, sehingga memungkinkan murid untuk berkontribusi aktif dalam proses pengambilan keputusan.






Hasil dan Dampak dari Aksi Nyata

Aksi nyata dari program One Week One Book” di sekolah ini, membuat murid mampu mengembangkan rasa percaya diri, berani, berempati pada sesama teman, menuangkan segala gagasan, ide dan perasaan melalui keterampilan bercerita, bertanya ataupun berbicara. Selain itu juga mengembangkan konsep Profil Pelajar Pancasila yaitu murid memiliki akhlak mulia dalam berhubungan dengan Tuhan YME, serta mendorong mengembangkan berbagai sikap-sikap positif, sebagai pengejawantahan dari berkebinekaan global, gotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif.

Murid dapat menentukan buku bacaan yang dipilih sesuai minatnya, kemudian diberikan kesempatan untuk mendemonstrasikan pemahamannya terkait yang telah dibaca dengan gaya, minat dan bakat mereka. Murid juga diberikan kesempatan untuk menentukan rencana, jadwal atau agenda, dimana (lokasi) selanjutnya dalam melaksanakan kegiatan bercerita.







PERASAAN (FEELING)

Perasaan saya dalam melaksanakan aksi nyata pada modul 3.3 ini merasa antusias, tertantang, senang dan bangga bahwa kegiatan tersebut dapat terlaksana dengan baik. Karena dimulai dari tahap merencanakan program bersama murid-murid merasa senang dan semakin meningkat rasa ingin tahunya, kemudian menuangkannya dalam tahapan BAGJA. Sehingga membuat saya merasa bersemangat dan optimis untuk melakukan perubahan kecil.


PEMBELAJARAN (FINDING)

Pembelajaran berharga yang saya dapatkan dari aksi nyata program One Week One Book” di sekolah ini, yaitu meyakini bahwa murid dapat menemukenali potensi dalam dirinya, termasuk cara bagaimana guru memperlakukan mereka sesuai  potensi dan bakat yang mereka miliki. Selain itu mengembangkan kepemimpinan murid dengan cara memberikan kepercayaan kepada mereka untuk dapat melatih diri, memupuk rasa tanggungjawab sekaligus mendorong budaya membaca. Namun demikian, program One Week One Book” ini juga masih mengalami hambatan, yaitu masih terdapat murid yang enggan melaksanakan program tersebut.





PENERAPAN KE DEPAN (FUTURE)

Aksi nyata ini akan saya lakukan secara berkelanjutan pada tiap angkatan kelas pada tahun berikutnya. Dengan aksi nyata yang berkelanjutan, saya optimis akan memberikan manfaat untuk dirinya (murid) dan orang lain (temannya). Karena implementasi program yang berdampak pada murid dengan tahapan BAGJA. Aksi nyata yang saya lakukan saat ini, masih banyak kekurangan. Maka dari itu saya akan senantiasa belajar berkomitmen dalam jadwal program, melakukan monitoring, evaluasi dalam pengelolaan program, melakukan perubahan – perubahan pada aksi nyata berikutnya agar hasilnya lebih maksimal.

 

Salam Merdeka Belajar






L

Best Practices - Pembelajaran PBL (PPL Aksi 1 dan Aksi 2 PPG DALJAB Kategori 1 Tahun 2022)

  LK 3.1 Menyusun Best Practices Menyusun Cerita Praktik Baik (Best Practice)   Menggunakan Metode Star (Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi...