Minggu, 05 Desember 2021

AKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK

        Visi semakna mimpi. Menurut pranala  (link): http://kbbi.web.id/visi, visi merupakan 1) kemampuan untuk melihat pada inti persoalan; 2) pandangan atau wawasan ke depan; 3) kemampuan untuk merasakan sesuatu yang tidak tampak melalui kehalusan jiwa dan ketajaman penglihatan; 4) apa yang tampak dalam khayalan; 5) penglihatan-pengamatan. Secara umum visi merupakan serangkaian gambaran untuk mewujudkan impian atau cita-cita di masa depan yang ingin dicapai. Arti penting visi bagi seorang guru adalah terletak pada niat yang ada dalam hati. Sebagai seorang beragama, ada sebuah Hadist Riwayat Bukhari & Muslim yang isinya “Amal seseorang itu tergantung dengan niatnya”. Jadi ketika datang kesempatan untuk menempuh Pendidikan Guru Penggerak itu adalah kesempatan untuk mengembangkan dan mempelajari lebih jauh lagi tentang nilai dan peran guru penggerak. Sebagai CGP kita memiliki salah satu peran yaitu menjadi pemimpin pembelajaran, dimana kita dapat mengembangkan diri dan orang lain, memimpin manajemen sekolah dan memimpin pengembangan sekolah. Dari peran inilah yang memunculkan harapan besar atas visi agar terwujud.

Ketika mendapat sebuah pertanyaan pemantik “visi seperti apa yang Anda miliki sebagai guru?”, seperti bercermin merefleksikan pada diri sendiri, “mimpi apa yang sebenarnya ingin digapai nantinya?”. Melalui program Pendidikan Guru Penggerak inilah, pemerintah menjalankan proses transformasi pendidikan yang salah satu di antaranya diarahkan pada optimalisasi peran Guru Penggerak yaitu salah satunya mampu mewujudkan kepemimpinan murid. Mengerucutkan makna pada maksud yaitu mengantarkan murid pada titik kesadaran diri terhadap dirinya sendiri dan Tuhannya, memahami apa yang menjadi potensi atau kodratnya. Sehingga ketika dia sudah menjadi pemimpin, maka dia sudah mampu memahami dirinya sendiri dengan karakter yang baik, agar dapat dijadikan teladan bagi yang di pimpinnya.


Mewujudkan kepemimpinan murid merupakan salah satu bagian dalam penanaman karakter Profil Pelajar Pancasila pada poin mandiri. Seorang murid yang memiliki dimensi mandiri, berarti memiliki prakarasa untuk mengembangkan diri dan prestasinya yang didasari pada pengenalan kekuatan serta keterbatasan dirinya, memahami situasi yang dihadapi dan bertanggung jawab atas segala proses dan hasilnya.

Kepemimpinan merupakan kemampuan seseorang untuk memengaruhi, mengarahkan, dan memotivasi orang lain agar mau bekerja sama untuk mencapai sebuah tujuan yang telah ditetapkan bersama. Modal strategis yang harus dimiliki manusia adalah kepemimpinan. Mengingat, pada hakikatnya manusia diciptakan untuk menjadi pemimpin bagi diri sendiri dan lingkungannya. Oleh karena itu, sekolah sebagai lembaga pendidikan formal harus mengambil peran strategis untuk mengembangkan jiwa kepemimpinan murid.

Sejalan dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara, tentang kodrat tahap tumbuh-kembang (wiraga-wirama) yaitu anak dengan rentang usia 0-8 tahun (TK-PAUD) lebih pada eksplorasi pengalaman raga, indera, imajinasi, eksplorasi simbol (wiraga). Kemudian di usia 9-16 tahun, memasuki kelas 1-3 dimulai dengan mengenal dan menguasai huruf-angka, riset/proyek berdurasi pendek. Selanjutnya diperdalam dan memperluas konteks dengan durasi lebih panjang, dapat dilakukan mandiri maupun kolaborasi pada kelas 4-9 (wiraga-wirama). Ketika memasuki usia 17-24 tahun atau pada jenjang SMA+, di sinilah wirama mengambil peranan penting. Yaitu mulai dari bentuk tanggung jawab, pembiasaan, irama keseharian, jadwal mutin akan selaras dengan sesama dan semesta.


Usia sekolah merupakan periode yang sangat penting untuk pertumbuhan kepribadian, sosial, dan profesionalisme murid. Sehingga para murid harus diberi kesempatan untuk bisa mengembangkan semua potensinya melalui pemberian pengalaman secara langsung atau hal lain.melalui Inkuiri Apresiatif. Menurut Coorperrider (1999), Inkuiri Apresiatif (IA) adalah suatu filosofi, suatu landasan berpikir yang berfokus pada upaya kolaboratif untuk menemukan hal positif berupa kekuatan baik dalam diri, suatu organiasasi dan lingkungan sekitarnya baik di masa lalu, masa kini maupun masa depan. Sesuai Inkuiri Apresiatif dengan tahapan BAGJA (Buat pertanyaan, Ambil pelajaran, Gali mimpi, Jabarkan rencana dan Atur eksekusi) ini diharapkan mampu dalam mewujudkan kepemimpinan murid melalui Collaborative Teamwork sebagai bentuk implementasi untuk menumbuhkan dan mengembangkan kemampuan bekerja dalam tim, dalam rangka melatih karakter dan skill seorang pemimpin. Menurut Miller (1979), ada 7 keterampilan kepemimpinan yaitu pemahaman tentang diri, keterampilan komunikasi, berhubungan dengan orang lain, keterampilan belajar, membuat keputusan, keterampilan manajerial dan kemampuan untuk bekerjasama dengan orang lain dalam tim. Rancangan strategi perubahan dengan tahapan BAGJA, dilalui dengan :



1. Buat pertanyaan (B) : berkolaborasi dengan Kepala Sekolah, rekan sejawat terkait rancangan strategi perubahan dengan menggali kekuatan yang ada di sekolah.

2.  Ambil pelajaran (A) : dengan menerapkan pembelajaran dengan metode Collaborative Teamwork.

3. Gali mimpi (G) : yaitu dengan Menyusun narasi deskripsi kondisi ideal, bi terwujudnya visi. Dengan menerapkan pada lingkup paling kecil yaitu kelas melalui kegiatan pembelajaran.

4. Jabarkan rencana (J) : menerapkan pembelajaran dengan metode Collaborative Teamwork serta membuat planning sebelumnya. Kemudian dilanjutkan dengan membuat catatan capaian progress atau jurnal.

5. Atur eksekusi (A) : menerapkan pembelajaran dengan metode Collaborative Teamwork di kelas dan membuat catatan capaian.

Manfaat dari kepemimpinan pada muird ini adalah mampu mengenali diri sendiri, memiliki kemampuan dalam berinteraksi dengan pranglain atau lingkungan sekitarnya, mampu mengembangkan diri dan orang lain, disiplin, taat aturanm dan terarahnya skill karakter yang dimiliki.


1 komentar:

Best Practices - Pembelajaran PBL (PPL Aksi 1 dan Aksi 2 PPG DALJAB Kategori 1 Tahun 2022)

  LK 3.1 Menyusun Best Practices Menyusun Cerita Praktik Baik (Best Practice)   Menggunakan Metode Star (Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi...